Cheapest Advertisement Service

Mengapa Semakin Tinggi Gaji, Semakin Tinggi Hutang Anda?

As a way to get money from the internet without capital, you need to know Free Online Business Opportunities


Mengapa Semakin Tinggi Gaji, Semakin Tinggi Hutang Anda? Masyarakat Indonesia tergolong konsumen yang selalu up to date dalam masalah gawai elektronik, terutama smartphone dan gadget. Setiap ada perilisan model smartphone terbaru, konsumen Indonesia sudah siap mengantre. Tak jarang, smartphone yang dipakai pun mudah berganti-ganti mengikuti tren smartphone terbaru. Analoginya, jika Amerika baru merilis iPhone 7, konsumen Indonesia sudah siap membeli iPhone 8.



Hal ini tentu membuat Anda heran. Pertama, kenapa banyak orang yang rela mati-matian mengambil sistem kredit –dengan bunga lumayan tinggi- hanya untuk sebuah gadget? Kedua, bukankah gadget canggih dan mahal bukanlah kebutuhan primer? Di zaman teknologi ini, komunikasi memang menjadi kebutuhan utama, namun, bukankah mereka bisa membeli smartphone dengan harga yang tidak terlalu tinggi? Mengingat smartphone berteknologi mumpuni sudah banyak dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

Cerdas Bedakan Mana Asset dan Mana Liabilitas

Robert T. Kiyosaki memberikan banyak penjelasan mengapa orang bergaji tinggi akan memiliki hutang yang lebih tinggi pula. Inilah salah satu rahasia yang akan menjawab mengapa orang kaya makin kaya, dan orang kelas menengah tidak lekas naik menjadi orang kaya. Mari kita buat sebuah contoh untuk menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi.

Si A adalah seseorang yang baru lulus kuliah dan baru saja bekerja. Pendapatan yang ia miliki cukup untuk menghidupi dirinya sendiri. Awalnya ia menyewa rumah kos dan menggunakan transportasi angkutan umum untuk sampai di tempat kerjanya. Karena ia rajin bekerja, maka si A dipromosikan menjadi manajer dan mendapat gaji yang cukup tinggi. Si A pun merasa tidak lengkap jika ia tidak naik mobil pribadi untuk mencapai ke kantor. Akhirnya ia membeli mobil dengan harapan ia bisa mencicil dari gajinya setiap bulan.

Tak lama kemudian, si A bertemu dengan pujaan hatinya. Mereka pun menikah dan memutuskan membeli rumah kecil. Selang beberapa lama, si A memiliki anak dan rumah kecil itu sudah terlalu kecil bagi keluarga mereka. Namun, ternyata si A diangkat lagi menjadi general manajer, sehingga pendapatannya pun naik lagi. Mereka menjual rumah pertama untuk uang muka rumah baru.

Ketika ia dipromosikan lagi menjadi direktur, ia pindah ke rumah mewah dan merepresentasikan citranya sebagai orang yang sukses, berganti mobil sport dengan harga miliaran, dan mengikuti tren teknologi terkini untuk menambah nilai citranya. Sekilas, hidup A akan bahagia selamanya. Namun, apakah si A akan pension dengan asset miliaran? Jangan lupakan juga bahwa anak-anaknya mulai dewasa dan butuh biaya kuliah yang juga tidak murah.
Pelajaran dari cerita tersebut adalah seringkali kita tidak bisa membedakan mana asset (harta) dan mana liabilitas (kewajiban) dan terjebak dalam rasa meningkatkan citra diri. Terkadang, kita disibukkan dengan membeli liabilitas yang dibalut dengan jubah asset. Inilah yang membuat kelas menengah tidak beranjak menjadi orang kaya dan membuat orang kayak semakin kaya. Hiduplah sewajarnya, membelanjakan uang untuk pendidikan, mendirikan usaha, berinvestasi, dan memelihara kesehatan. Yang harus Anda ingat dan renungkan adalah “gaya hidup” tidak akan semahal “hidup gaya”.

speed up the download process and access to online business site, always use Best Android Free Apps

join discuss for "Mengapa Semakin Tinggi Gaji, Semakin Tinggi Hutang Anda?"

Post a Comment

What do you think about the latest information on the internet, my friend?

Contact Us

Name

Email *

Message *